Jurnal, Buku, Prosiding tentang SEO



Secara umum, untuk mendapatkan informasi saat ini para pengguna internet memanfaatkan mesin pencarian. Proses pencarian informasi dapat dibagi secara spesifikasi (berdasarkan pencarian gambar, tipe data, bahasa, lokasi dan waktu) dan secara klustering. Ada beberapa mesin pencarian yang cukup popular yaitu : google, yahoo, altavista dan lain-lain. Cara kerja mesin pencarian adalah dengan memasukkan kata kunci oleh pengguna, selanjutnya mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya.

Mesin pencari bukan sekedar tulang punggung dari industri digital tapi juga sebagai awal dari industri Search Engine Optimization atau lebih dikenal dengan SEO. SEO adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu. Kata kunci merupakan hal terpenting agar web atau blog mendapat tempat yang baik di mesin pencari (Google, Yahoo, MSN), sehingga kata kunci akan berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis online.(Sebastian,2012)  

SEO dapat dikatakan sebagai semacam pemasaran internet dan itu termasuk bagian dari metode pemasaran untuk meningkatkan visibilitas dari perusahaan pada umumnya dengan mengunakan mesin pencari. Popularitas mesin pencari sangat menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan hasil pencarian dan ini dapat mengembangkan industri SEO online. Hermawan Kartajaya, seorang pakar pemasaran Indonesia mengungkap bahwa faktor terpenting perubahan terhadap pemasaran adalah teknologi dan teknologi yang banyak digunakan dalam hal pemasaran adalah online marketing. Sebagai pebisnis online, fokus bagaimana agar webstore  masuk ke halaman pertama, itu merupakan keharusan agar mendapati banyak pengunjung dari Google (Rusyamsi,2012).

Dalam dunia SEO, sebelum pengguna dapat menjual produk dan jasa secara maksimal, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui yaitu keyword research (kata kunci). Pembuatan kata kunci  ini membutuhkan waktu khusus yang tidak sebentar, tergantung dari rumit konsep brand/ produk / jasa yang ditawarkan. Kata kunci barang yang bisa langsung dipakai jauh lebih mudah ketimbang kata kunci barang yang harus dipelajari oleh penggunaannya hingga didapatkan manfaatnya, contoh: ketika menjual boneka doraemon pastinya jauh lebih mudah ketimbang menjual "kartu belajar bahasa arab". Pemilihan kata kunci dari contoh tersebut harus dilakukan agar bisa mengetahui segmentasi pasar.  

Target utama dari kegiatan SEO ini adalah trafik yang diberikan dari mesin pencari. Trafik SEO merupakan jumlah kunjungan yang didapat dari search engine, dari trafik yang dihasilkan, sangat diharapkan bisa dikonversi menjadi penjualan untuk website yang menjual produk secara online, atau dalam website universitas. Trafik yang dihasilkan dari search engine tersebut merupakan “targeted traffic”, ”targetted” karena pengunjung tersebut memang mencari informasi yang ditampilkan pada website. Posisi pada search engine tersebut akan terus berubah dalam hitungan harinya, karena itu kita bisa menggunakan SEO untuk mendatangkan trafik dari search engine.(DavidOdang,2008).

Penerapan teknik SEO dalam sebuah website akan menjadikan situs berada pada urutan atas pada mesin pencarian, dan semakin banyak halaman web tercatat di halaman mesin pencari. Beradanya urutan atas ini menjadikan situs lebih banyak dikunjungi, terlebih jika didukung dengan konten halaman web yang baik dan sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan. Konten halam yang baik dan sesuai akan menimbulkan semakin banyaknya situs lain yang memberikan link ke situs yang dibuat. Adanya Teknik backlink juga sangat mendukung nilai unsur visibilitas dalam webometric karena unsur ini akan bernilai lebih baik jika lebih banyak terdapat link di situs lain yang menunjuk ke situs yang bersangkutan.




Daftar Pustaka

Abdurrahman,A,2014, ‘Analisis pengaruh kata kunci kompetitif pada search engine optimization (SEO) terhadap pemasaran online untuk produk notebook’, Jurnal Ilmiah Informatika Komputer, 17, viewed 13 Mei 2016,<http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/infokom/article/view/1095>. 

Dwiartara,L.2014,Menaklukan rimba SEO & internet marketing ,Bogor: Ilmu website Courses Center.

Hernawati,K,2009, ‘Optimalisasi SEO (search engine optimization) sebagai upaya  meningkatkan unsur visibility dalam webometric’, prosiding seminar nasional matematika dan pendidikan matematika,Yogyakarta;Univeristas Negeri Yogyakarta, viewed  13 Mei 2016,<http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Kuswari%20Hernawati,%20S.Si.,M.Kom./Prosiding%20Semnas%202009-kuswari%20Hernawati.pdf>.

Kurniawan Ferdinand,B. 2012. Most Wanted Tips of SEO. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Nugroho.A. 2006. E-Commerce Memahami Perdagangan Modern di Dunia Maya. Bandung: Penerbit Informatika.

 





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DETERMINAN NPF (NON PERFORMING FINANCING) BANK UMUM SYARIAH INDONESIA




Gambar 1 Non Performing Financing Bank Umum Syariah Indonesia
Sumber : Jurnal Ekonomi Islam Republika

      Berdasarkan gambar 1, kegiatan bank umum dalam menyalurkan atau meminjamkan uang selalu diharapkan pada risiko, salah satu risiko kredit atau dalam industri perbankan syariah dikenal sebagai risiko pembiayaan atau Non Performing Financing (NPF). Besar rasio NPF yang melebihi 5 persen menggambarkan kinerja keuangan yang memburuk, rasio NPF pada bank umum syariah (BUS) selalu mengalami fluktuasi. Fluktuasi yang terjadi mencapai angka yang melebihi batas ketentuan Bank Indonesia yaitu pada triwulan pertama dan ketiga tahun 2009, meskipun nilai NPF perbankan syariah pada periode tahun 2010 sampai dengan 2013 mengalami fluktuasi dibawah 5 persen, namun pada tahun 2014 NPF mulai meningkat kembali secara signifikan dan hampir mencapai 5 persen. Kondisi ini menunjukan adanya celah antara pertumbuhan pembiayaan BUS dengan tingkat risiko pembiayaan yang disalurkan






Tabel 1 Hasil Estimasi Regresi Panel (Random Effect Model)


Sumber : Jurnal Ekonomi Islam Republika
 

     Berdasarkan tabel 1, Capital Adequancy Ratio (CAR) merupakan salah satu rasio kinerja keuangan yang menggambarkan kecukupan modal dalam menunjang aktiva yang mengandung atau menghasilkan risiko. Hasil estimasi menunjukan bahwa kenaikan 1% CAR memiliki pengurangan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 0.008%. Peningkatan pada CAR menunjukan peningkatan jumlah modal yang dimiliki bank untuk mengantisipasi terjadinya risiko pembiayaan. Hasil estimasi juga menunjukan bahwa kenaikan 1% Return On Asset (ROA) akan menurunkan NPF sebesar 0.114%. Semakin besar ROA, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 - TUGAS 1- MEMBUAT PARAGRAF

Seiring dengan perkembangan zaman, industri teknologi informasi menjadi suatu sumber daya terpenting yang sudah seharusnya dikembangkan oleh perusahaan. Hal itu disebabkan karena semakin meningkatnya kebutuhan dari konsumen, oleh karena itu dibutuhkan sistem informasi yang didasari oleh algoritma yang mudah agar para pengguna dapat memahaminya. Seiring berjalannya waktu, bentuk dari sistem informasi tersebut mulai beragam. Salah satunya adalah  Enterprise Resource Planning (ERP) . ERP adalah sebuah sistem informasi yang berbasis komputer atau web yang mengintegrasikan seluruh bagian dalam perusahaan untuk mendukung proses bisnis perusahaan dan proses kegiatan kontrol  untuk seluruh bagian dalam pengambilan keputusan.

Sistem informasi ERP sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya perusahaan menengah ke atas . Hal ini bertujuan agar proses bisnis dalam perusahaan tidak tertinggal dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri. Pengadaan ERP ini bisa dilakukan melalui pembelian produk lewat vendor seperti Oracle. Namun tidak sedikit juga dari perusahaan di Indonesia yang membuat sistem ERP sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaannya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS