PENGALAMAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


Setiap orang pasti pernah berada di dalam sebuah kelompok dengan tujuan yang sama, termasuk juga anda , ceritakanlah pengalaman anda berada di dalam suatu kelompok , dan keputusan apa yang pernah anda ambil untuk kelangsungan kelompok tersebut???


Pada kasus kali ini, saya akan mendeskripsikan tentang organisasi yang sedang saya jalani, yaitu BEM. terdengar lebih sulit dari tahun tahun kemarin seperti sewaktu SMA. saya merasakan lumayan lelah menjadi panitia pada kesempatan kali ini, bayangkan saja, setiap bulan pasti ada acara besar yang dibuat, dan bukan hanya sekali dalam sebulan, tapi 3-4 kali acara dalam sebulan.namun secara garis besar, saya bangga dan  senang menjadi keluarga dari Badan Eksekutif Mahasiswa ini. 

BEM itu sendiri terbagi atas divisi yang berbeda beda, meskipun banyak divisi , tetapi pada saat suatu acara, kita semua anggota ataupun menteri departemen ikut berpartisipasi dalam acara acara yang sudah dicanangkan, karena saya masuk di Divisi Biro TI , pada kesempatan kali ini akan membahas berbagai proker yang ada di divisi tersebut.

Biro TI bertugas untuk mengurus semua hal yang berkaitan dengan penyampaian informasi BEM kepada masyarakat di kampus , seperti publikasi WEB, E-Magazine dan semua yang berkaitan dengan design.

Pada kepengurusan organisasi BEM yang saya ikuti, BIRO TI ini baru pertama kali dibentuk, maka saya pun berfikir untuk membuat sebuah proker (program kerja) salah satu keputusan yang saya ambil untuk membuat proker adalah pembuatan E-Magazine, latar belakang masalah nya yaitu selama ini majalah majalah di kampus yang tercetak hanya terbuang sia sia, bahkan pernah saya menemukan tong sampah yang penuh sekali dengan kertas kertas majalah tersebut, hal itupun sangat fatal apabila terus menerus terjadi, mengapa? Karna semakin banyak kertas yang dibuang semakin banyak pohon pohon di dunia ini ditebang, yang mana nantinya akan mengakibatkan hutan gundul atau masalah masalah yang lainnya, bukan hanya itu, melihat majalah di kampus bahasa yang digunakan terlalu kaku dan cakupan yang diberikan hanya cakupan internal saja, maka saya berinisiatif untuk membuat E-magazine yang mana konten kontennya diisi dengan bahasa anak muda dan info info yang bermanfaat lainnya, contoh : info beasiswa, info gadget, lowongan lab, info unik. Bukan Cuma itu saja, di E-magazine saya menambakan konten sosok bulan ini, kenapa saya menambahkan konten tersebut? Karena kita sebagai mahasiswa harus banyak melihat orang orang yang punya track record bagus, agar dapat termotivasi dan mempunyai keinginan sukses seperti halnya sosok tersebut, saya juga mengangkat konten kesusastraan dan rubrik karya mahasiswa, dalam konten ini saya ingin menampung aspirasi dari teman teman mahasiswa semua yang punya kemampuan lebih agar dapat berpartisipasi dalam hal mempublikasikan hasil karya mereka. 

Mungkin itulah salah satu contoh keputusan yang saya ambil untuk kelangsungan dalam kepengurusan BEM tepatnya pada Divisi Biro TI.

E-magazine ini sudah berjalan sampai sekarang edisi ke 5. E-magazine ini rilis setiap tanggal 25 per bulan, setiap edisinya dapat di download di WEB . jika malas untuk mendownload, saya juga memfasilitasi untuk live view di (http://issuu.com)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Menurut tulisan blog yang saya baca, dalam sepanjang hidupnya manusia selalu   dihadapkan   pada   pilihan-pilihan   atau   alternatif   dan   pengambilan keputusan. Hal ini sejalan dengan teori real life choice, yang menyatakan  dalam  kehidupan  sehari-hari  manusia  melakukan  atau  membuat pilihan-pilihan  di  antara  sejumlah  alternatif.  Pilihan-pilihan  tersebut  biasanya berkaitan dengan alternatif dalam penyelesaian masalah  yakni upaya untuk menutup  terjadinya kesenjangan  antara  keadaan  saat  ini  dan  keadaan  yang diinginkan. Pada semua jenjang organisasi, semua orang harus terus mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Faktor terpenting di dalam pengambilan keputusan adalah faktor manusia, baik sebagai Pemimpin, Staffer, Pelaksana, maupun Pemakai hasil (langganan, dan sebagainya).


Masalahnya adalah, bahwa di dalam kehidupan masyarakat dan organisasi modern diperlukan orang-orang yang sudah sivil, artinya : yang sudah mampu menentukan sendiri apa yang harus diperbuat di dalam rangka kewajiban yang dia punyai.

Dengan prakata lain, makin pelik masalah yang dihadapi, makin diperlukan manusia yang maju dan modern untuk menanganinya. Manusia yang demikian itu adalah hasil pendidikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman.


Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan menurut Terry (1989), yaitu :

  • Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
  • Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
  •  Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
  • Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
  • Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
  • Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
  • Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
  • Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar.
  • Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya


Saya sangat setuju dengan tulisan diatas , pada intinya sebagai tambahan adalah faktor yang  sangat mempengaruhi pengambilan keputusan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) , SDM merupakan faktor penting pembentuk kemajuan suatu organisasi dalam segala bidang. Jika suatu organisasi  telah memiliki SDM yang berkualitas, maka kemajuan organisasi tersebut dapat terjamin keberlangsungannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

JENIS JENIS KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI



Jenis jenis keputusan dalam organisasi ada 2, yaitu:

  1. Keputusan Terprogram

Menurut tulisan blog yang saya baca , keputusan terprogram merupakan keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau lebih. 

Contoh keputusan terprogram adalah, aturan umum penetapan harga pada industri rumah makan dimana makanan akan diberi harga hingga 3 kali lipat dari direct cost


Menurut saya, bagus apabila kita dalam suatu organisasi memilih keputusan terprogram, tapi  akankah kita berdiam saja dengan santai karena ada algoritma masalah yang sudah terstruktur rapih? Tidak. Kita harus berkomitmen dan bertanggung jawab, akan mewujudkan suatu organisasi yang disaat apapun itu harusnya dapat diragamkan dengan berbagai inovasi, meskipun ada kemungkinan gagal, apabila kita tidak mencoba, maka terbuanglah suatu langkah yang sia sia , apabila kita datang ke suatu organisasi dengan konsep yang sudah diatur, apa bedanya itu dengan tata upacara??..  saya tidak mengatakan keputusan terprogram itu salah, tetapi ada baiknya jangan hanya mengandalkan program yang sudah diatur/terstruktur, baiknya program yang sudah dicanangkan ditambah dengan inovasi inovasi yang kita inginkan, Tujuannya adalah untuk mengembangkan kualitas nilai berfikir yang berwawasan pada suatu kebijakan  yang berkesinambungan dan pemeliharaan perbedaan konsep dengan langkah yang tepat .

  1. Keputusan Tidak Terprogram

Menurut tulisan blog yang saya baca , Keputusan ini belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.

Contoh:
Dalam suatu perusahaan jika kita mendapatkan suatu masalah maka, kita dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikannya kita tidak boleh terburu-buru karena dapat menyebabkan kita mengambil atau memilih keputusan yang salah dan bahkan dapat membuat masalah semakin sulit. Oleh karena itu kita harus mempertimbangkan dengan baik dengan cara mencari informasi, memahaminya dengan baik, dan mendiskusikan keputusan kita dengan orang-orang yang ikut dalam perusahaan itu, agar keputusan yang kita ambil dapat diterima dengan baik dan dapat memecahkan masalah yang ada


Menurut saya, bagus ..dengan begitu kita dapat terlatih berfikir cepat dalam suatu masalah, terkadang masalah yang sudah kita konsepkan dalam jauh jauh hari kurang lebih 50% berbeda dengan kenyataan sewaktu hari H. tapi buruk juga apabila kita tidak mengkonsepkan masalah terlebih dahulu secara terprogram, Untuk menjawab masalah ini diperlukan seluruh bakat dan keahlian dari pengambilan keputusan,jika kita pasif dan tipe orang yang tidak siap akan hal ini, lebih baik kita mengkonsepkan masalah secara terprogram dengan matang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMUNIKASI EFEKTIF


Komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, namun sayangnya tidak semua manusia dapat berkomunikasi dengan efektif. Bagaimana caranya sehingga manusia dapat mencapai komunikasi yang efektif?


Menurut pendapat saya, memang benar tidak semua manusia dapat berkomunikasi dengan efektif, sudah sebaiknya sekarang kita tahu akan artinya komunikasi dengan artian efektif , yang pertama kita harus tahu apa itu efektif ? efektif itu adalah kemampuan untuk menentukan sesuatu yang benar guna mencapai tujuan, atau bisa di definisikan juga dengan melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang diinginkan.  


Seperti yang sudah kita lakukan kepada orang lain dan mungkin kita tidak menyadarinya, yaitu percakapan terjadi dengan diawali dengan sebuah interaksi sederhana, kita lebih sering  memberikan percakapan perhatian kepada orang (lawan bicara), seperti kata-kata ingin membantu orang tersebut, dan inilah yang dimaksud komunikasi efektif, bukan cuma memberikan pertanyaan perhatian kepada lawan bicara, tetapi kita secara tidak sadar pasti berusaha memahami respon lawan bicara, mulai dari gerakan tubuh sampai ekspresi wajah, terkadang kita risih apabila melihat lawan bicara memasang ekspresi wajah yang datar dan kebanyakan bergerak gerak ketika sedang berbicara dengan kita, otomatis dengan kita belajar memahami lawan bicara kita juga bisa belajar menilai apakah lawan bicara tertarik , bosan ataupun binggung kepada kita, dari situ kita dapat evaluasi diri kita sendiri, jika orang itu merasa bosan, berarti kita gagal untuk mencapai komunikasi yang efektif, sebaliknya apabila lawan bicara mersakan kenyamanan saat bicara kepada kita, maka kita telah berhasil mencapai komunikasi yang efktif.


Untuk melakukan percakapan yang baik, kita lakukan dengan santai saja dan biarkan teknik percakapan yang kita keluarkan ini mengalir dari dalam diri kita secara alami. Pilih kata kata yang paling cocok dengan kepribadian kita dan apa tujuan kita ketika berinteraksi dengan orang atau lawan bicara tersebut. Belajarlah untuk bisa merasakan teknik atau kata kata mana yang cocok ataupun tidak cocok dengan berbagai macam karakter orang dan situasi sesuai dengan kepridadian kita. Ketika kita berhasil mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan orang-orang, maka banyak peluang baru akan datang kepada kita lebih dari yang sebelumnya


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PROSES DAN JENIS KOMUNIKASI



PROSES KOMUNIKASI

Model komunikasi haruslah lengkap, apabila salah satu elemen komunikasi tidak ada, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik. Berikut penjabaran komponen-komponen proses dalam komunikasi antara lain :

  • Pengirim
Kenapa disebut pengirim? Karena ia adalah seseorang yang mempunyai kebutuhan atau informasi juga mempunyai kepentingan untuk berkomunikasi kepada orang lain. Menurut saya benar, peran pengirim itu  penting dalam sebuah komunikasi, jika tidak ada pengirim . sebuah proses selanjutnya tidak akan berjalan.

  • Pengkodean (Encoding)
Pengkodean yaitu pengirim mengkodean informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat. Menurut saya biasanya seorang  menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan dari pengkodean ini adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku 

  • Pesan (Massage)
Pesan dapat dalam segala bentuk biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima., Menurut saya materi pesan dapat berupa informasi , ajakan atau yang lainnya

Pemilihan media dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dan sebagainya, Menurut saya: " ini salah satu media yang sangat dibutuhkan agar penyapaian pesan atau proses komunikasi dapat berjalan secara efektif"

  •  Penerima 
adalah orang yang menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak disampaikan kepada penerima maka komunikasi tidak akan terjadi , Menurut saya: " Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim baik dalam bentuk code/isyarat  dan pastinya tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim tersebut"

  •  Penafsiran kode (Decoding)
Proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya . Jika semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, Maka semakin efektif komunikasi yang terjadi. Menurut saya : "jika proses komunikasi tidak diterjemahkan menjadi informasi yang berarti, maka proses komunikasi tersebut seakan tidak relevan"

Umpan balik adalah isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal.Menurut saya :"Hal ini penting  supaya pengirim pesan dapat mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat.. umpan balik  yang disampaikan oleh penerima pesan secara umum merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut juga sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak , umpan balik juga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk membantu menumbuhkan kepercayaan serta dapat memperjelas persepsi"

JENIS KOMUNIKASI

1. KOMUNIKASI MENURUT CARA PENYAMPAIAN

a. Komunikasi Lisan

  • Komunikasi yang terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana dua belah pihak dapat bertatap muka
  • Komunikasi yang terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon dan sebagainya.
  • Menurut saya: " jika harus memilih saya akan lebih memilih komunikasi scara langsung, karena apa yang kita sampaikan tidak terbatas atas suatu hambatan fasilitas seperti komunikasi secara tidak langsung. Dan akan lebih mengerti juga atas apa yang kita maksudkan. Tapi tidka ada salahnya dalam suatu keadaan dimana kita sibuk dengan urusan kita sendiri, maka komunikasi secara tidak langsung adalah suatu solusinya"

b. Komunikasi Tertulis
Komunikasi Tertulis adalah komunikasi yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud-maksud tertentu.

Contoh-contoh komunikasi tertulis ini antara lain:
  • Naskah, yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek.
  • Blangko-blangko, yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
  • Gambar dan foto, karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
  • Spanduk, yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada banyak orang.

Menurut saya :"komunikasi secara tertulis harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya.Mengapa? karena perlu resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud"

2. KOMUNIKASI MENURUT KELANGSUNGANNYA
Di dalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak tersebut sebagai berikut :

  • Komunikasi Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan secara langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh jarak.

  • Komunikasi Tidak Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat-alat atau media komunikasi.

Seperti pendapat saya di komunikasi secara lisan: " jika harus memilih saya akan lebih memilih komunikasi scara langsung, karena apa yang kita sampaikan tidak terbatas atas suatu hambatan fasilitas seperti komunikasi secara tidak langsung. Masing masing punya kelebihan dan kekurangan dan menurut saya sah saja jika kita sering melakukan keduanya tanpa harus memilih untuk di prioritaskan"

3. KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU

Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :

  • Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.

  •  Komunikasi Informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.

  •  Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.

Menurut saya  : "jadi kita dapat simpulkan bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, juga dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal"

4. KOMUNIKASI MENURUT MAKSUD KOMUNIKASI

Komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator , maksudnya adalah terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator tersebut. Contoh:
  • Pidato
  • Ceramah
  • Memberi prasaran
  • Wawancara
  • Memberi perintah atau tugas

Menurut saya :"Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu, jika inisiatif pasif, maka komunikasi akan terdengar membosankan"

5. KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUP
Ruang lingkupmerupakan batasan jenis komunikasi . Maka dalam komunikasi ini dapat dibedakan sebagai berikut:

  • Komunikasi Internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.

  • Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapat pengertian,kepercayaan, bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.

Menurut saya :"antara komunikasi internal dan eksternal sama pentingnya, apabila internal tidak di dukung eksternal maka tidak akan mencapaisuatu hasil yang klimaks"

6. KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN INFORMASI
  • Komunikasi satu arah ( simplex )
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja (one way communication ). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat atau yang terjadi karena sistem yang mengaturnya harus demikian, misalnya untuk menjaga kerahasiaan atau untuk menjaga kewibawaan pimpinan.

  • Komunikasi dua arah ( duplex )
Komunikasi yang bersifat timbal balik ( two ways communication ). Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feed back kepada komunikatornya. Maka komunikasi ini dapat memberikan kepuasan kedua belah pihak dan dapat menghindarkan terjadinya kesalah pahaman.

  • Komunikasi ke atas
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan.

  • Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.

  • Komunikasi ke samping
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar.


Menurut saya : "Dengan adanya jenis komunikasi komunikasi tersebut, efektifitas dalam suatu perusahaan atau organisasi pasti dapat berjalan dengan baik"

7. KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA

  • Komunikasi jaringan kerja rantai
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.

  • Komunikasi jaringan kerja lingkaran
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Saluran komunikasi lebih singkat dan merupakan kebalikan dari jaringan kerja rantai.

  • Komunikasi jaringan bintang
Komunikasi ini terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

8. KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU

  • Komunikasi antar individu dengan individu yang lain.
Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mampu mempengaruhi perilaku individu yang lain.

  • Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas.
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.

  • Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih.
Dalam komunikasi ini individu berperanan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

9. KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH YANG BERKOMUNIKASI
Komunikasi yang terjadi antara  sesama manusia baik itu perorangan maupun kelompok. Oleh karena itu jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :

  • Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi ini merupakan komunikasi dengan diri-sendiri baik disadari atau tidak, misalnya berpikir.,Menurut saya : "benar seperti penjelasan tadi, komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai atau mengenai diri kita sendiri, dari sini kita dapat belajar bahwa perasaan kita tentang diri kita sendiri ataupun tentang orang lain, gambarannya adalah dunia tidak begitu berbeda dari perasaan orang lain"

  • Komunikasi Perseorangan (Interpersonal/antarpribadi)
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara perseorangan , Menurut saya :"komunikasi interpersonal ini penting, karena ia juga merupakan satu dasar untuk berhasilnya suatu organisasi, dengan bertambahnya persepsi orang dalam dalam suatu kejadian komunikasi, maka akan dapat langsung diketahui umpan baliknya".

10. DARI SEGI KEMASAN PESAN
     Komunikasi dapat dilakukan secara verbal (dengan berbicara) atau dengan
  • Komunikasi verbal : dapat diwakili dalam penyebutan kata-kata,yang pengukapannya dapat dengan lisan atau tertulis.
  • Komunikasi non verbal : terlihat dalam ekspresi atau mimik wajah,gerakan tangan,mata dan bagian tubuh lainnya.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS